Kamis, 02 Oktober 2014

HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTATA FAKTOR PENDIDIKAN



HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTATA FAKTOR PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN



                Hubungan timbal balik antara faktor pendidikan,dapat diartikan lain sebagai keterkaitan yhang saling menguntungkan antar faktor pendidikan. Dalam melakuakan suatu sistem pendidikan harus ada faktor-faktor yang melakukan ataupun yang mendukung, agar sistem tersebut dapat berjalan. Faktor-faktor tersebut juga saling berkaitan satu sama lain. Menurut wikipedia.org faktor-faktor pendidikan terbagi menjadi 5 faktor yaitu; Tujuan Pendidikan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidkan, dan Lingkungan pendidikan.




BAB II
ISI

A.      FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN

Macam-macam faktor pendidikan tersebut diuraikan sebagai berikut:

1.      TUJUAN PENDIDIKAN
Adalah usaha pencapaian oleh peserta didik tentang hasil praktek pendidikan baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat secara luas. Dalam praktek pendidikan, baik dilingkungan keluarga, di sekolah maupun di masyarakat luas, banyak sekali tujuan pendidikan yang diinginkan oleh pendidik agar dapat dicapai (dimiliki) oleh peserta didiknya.
1
Di dalam UU Nomor 2 tahun 1989 secara jelas disebutkan Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu "Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan."
Sesungguhnya faktor tujuan bagi pendidikan adalah:
1.Sebagai Arah Pendidikan, tujuan akan menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menunjukkan jalan yang harus ditempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya.
2.Tujuan sebagai titik akhir, suatu usaha pasti memiliki awal dan akhir. Mungkin saja ada usaha yang terhenti karena sesuatu kegagalan mencapai tujuan, namun usaha itu belum bisa dikatakan berakhir. Pada umumnya, suatu usaha dikatakan berakhir jika tujuan akhirnya telah tercapai.
3.Tujuan sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain, apabila tujuan merupakan titik akhir dari usaha, maka dasar ini merupakan titik tolaknya, dalam arti bahwa dasar tersebut merupakan fundamen yang menjadi alas permulaan setiap usaha.                                              
4. Memberi nilai pada usaha yang dilakukan .

2.      PENDIDIK

Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik.
Dwi Nugroho Hidayanto, menginventarisasi bahwa pengertian pendidik meliputi:
a. Orang Dewasa
b. Orang Tua
c. Guru
d. Pemimpin Masyarakat
e. Pemimpin Agama
Karakteristik yang harus dimiliki pendidik dalam melaksanakan tugasnya dalam mendidik[1], yaitu
a. Kematangan diri yang stabil, memahami diri sendiri, mandiri, dan memiliki nilai-nilai   kemanusiaan.
b. Kematangan sosial yang stabil, memiliki pengetahuan yang cukup tentang masyarakat, dan mempunyai kecakapan membina kerjasama dengan orang lain.
c. Kematangan profesional (kemampuan mendidik), yaitu menaruh perhatian dan sikap cinta terhadap anak didik serta mempunyai pengetahuan yang cukup tentang latar belakang anak didik dan perkembangannya, memiliki kecakapan dalam menggunkan cara-cara mendidik.

2

3.      ANAK DIDIK/PESERTA DIDIK

Anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan.  Sedang dalam arti sempit anak didik ialah anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan kepada tanggung jawab pendidik. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. . Dengan demikian, pendidikan berusaha untuk membawa anak yang semula serba tidak berdaya, yang hampir keseluruhan hidupnya menggantungkan diri pada orang lain, ke tingkat dewasa, yaitu keadaan di mana anak sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya, baik secara individual, secara sosial maupun secara susila.
Cirri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah
a.    Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insane yang unik.
b.   Individu yang sedang berkembang
c.    Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d.   Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

4.      ALAT PENDIDIKAN
 Alat Pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.
Ditinjau dari wujudnya, alat pendidikan dapat berupa:

a. Perbuatan Mendidik (biasa disebut piranti lunak); mencakup nasihat, teladan, larangan, perintah, pujian, teguran, ancaman, dan hukuman.
b. Benda-benda sebagai alat Bantu (biasa disebut piranti keras); mencakup meja kursi, belajar, papan tulis, penghapus, kapur tulis, OHP, dan sebagainya.




3
5.      LINGKUNGAN PENDIDIKAN

 Pada dasarnya lingkungan mencakup:
a. Tempat (Lingkungan Fisik); keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.
b. Kebudayaan (Lingkungan Budaya); dengan warisan budaya tertentu bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan.
c. Kelompok hidup bersama (Lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan.

Menurut
Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda, yang ia sebut dengan Tri Pusat Pendidikan.

a. Lingkungan Keluarga (Komunitas utama)

Pendidikan Keluarga berfungsi:
1. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak.
2. Menjamin kehidupan emosional anak.
3. Menanamkan dasar pendidikan moral.
4. Memberikan dasar pendidikan sosial.
5. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.

b. Lingkungan Sekolah
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ketrampilan.. Karena jika ditilik dari sejarah perkembangan profesi guru, tugas mengajar sebenarnya adalah pelimpahan dari tugas orang tua karena tidak mampu lagi memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap-sikap tertentu sesuai dengan perkembangan zaman.
Fungsi Sekolah antara lain:
1. Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
4
2. Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
3. Sekolah melatih anak-anak memperoleh keahlian-keahlian seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
4. Di sekolah diberikan pelajaran etika , keagamaan, estetika, membedakan moral.
5. Memelihara warisan budaya yang hidup dalam masyarakat dengan jalan menyampaikan warisan kebudayaan kepada generasi muda, dalam hal ini tentunya anak didik.
c. Lingkungan Organisasi Pemuda
Peran organisasi pemuda yang terutama adalah mengupayakan pengembangan sosialisasi kehidupan pemuda. Melalui organisasi pemuda berkembanglah semacam kesadaran sosial , keahlian-keahlian di dalam pergaulan dengan sesama kawan (kemampuan bersosial) dan sikap yang tepat di dalam membina hubungan dengan sesama manusia (perilaku bersosial).
B. Hubungan Timbal Balik antar Faktor Pendidikan
  Dalam pendidikan, terdapat faktor-faktor yang saling mendukung diantaranya pendidik, peserta didik, tujuan, lingkungan dan alat. Jika semua faktor-faktor dalam pendidikan saling melengkapi, maka pendidikan akan lebih maksimal dalam pelaksanaanya

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Hubungan timbal balik antara faktor pendidikan dapat disimpulkan:
- Semua faktor pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat erat dan saling bergantung satu sama lain.
-Pendidikan bergantung pada tujuannya, karena jika tidak ada tujuan maka kita tidak akan mengetahui apa yang sedang kita cari.
-Ikatan antara pendidik dan peserta didik adalah penentu dalam sebuah sistem pendidikan, jika salah satu tidak ada maka sistem tersebut tidak akan berjalan.
-Alat pendidikan sebagai aksesoris dalam pendidikan yang membuat peserta didik lebih nyaman dalam belajar.





5


DAFTAR PUSTAKA

http://ahmaftuhin.wordpress.com/2013/09/18/makalah-pengantar-ilmu-pendidikan/ , 2013 MAKALAH  PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN 08:02   19/11/2013

http://id.wikipedia.org/wiki/Dasar_Pendidikan  DASAR PEDIDIKAN  7:37 31/10/2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar