HUBUNGAN TIMBAL BALIK
ANTATA FAKTOR PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
Hubungan
timbal balik antara faktor pendidikan,dapat diartikan lain sebagai keterkaitan
yhang saling menguntungkan antar faktor pendidikan. Dalam melakuakan suatu
sistem pendidikan harus ada faktor-faktor yang melakukan ataupun yang
mendukung, agar sistem tersebut dapat berjalan. Faktor-faktor tersebut juga
saling berkaitan satu sama lain. Menurut wikipedia.org faktor-faktor pendidikan
terbagi menjadi 5 faktor yaitu; Tujuan Pendidikan, Pendidik, Peserta Didik,
Alat Pendidkan, dan Lingkungan pendidikan.
BAB II
ISI
A.
FAKTOR-FAKTOR
PENDIDIKAN
Macam-macam
faktor pendidikan tersebut diuraikan sebagai berikut:
1.
TUJUAN
PENDIDIKAN
Adalah usaha pencapaian oleh peserta didik tentang
hasil praktek pendidikan baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat
secara luas. Dalam praktek pendidikan, baik dilingkungan keluarga, di sekolah
maupun di masyarakat luas, banyak sekali tujuan pendidikan yang diinginkan oleh
pendidik agar dapat dicapai (dimiliki) oleh peserta didiknya.
1
|
Sesungguhnya faktor tujuan bagi
pendidikan adalah:
1.Sebagai Arah Pendidikan,
tujuan akan menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menunjukkan jalan
yang harus ditempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya.
2.Tujuan sebagai titik akhir,
suatu usaha pasti memiliki awal dan akhir. Mungkin saja ada usaha yang terhenti
karena sesuatu kegagalan mencapai tujuan, namun usaha itu belum bisa dikatakan
berakhir. Pada umumnya, suatu usaha dikatakan berakhir jika tujuan akhirnya
telah tercapai.
3.Tujuan sebagai titik pangkal
mencapai tujuan lain, apabila tujuan merupakan titik akhir dari usaha, maka
dasar ini merupakan titik tolaknya, dalam arti bahwa dasar tersebut merupakan
fundamen yang menjadi alas permulaan setiap usaha.
4. Memberi nilai pada usaha
yang dilakukan .
2.
PENDIDIK
Pendidik ialah
orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran
peserta didik.
a. Orang Dewasa
b. Orang Tua
c. Guru
d. Pemimpin Masyarakat
e. Pemimpin Agama
a. Kematangan diri yang stabil,
memahami diri sendiri, mandiri, dan memiliki nilai-nilai kemanusiaan.
b. Kematangan sosial yang stabil,
memiliki pengetahuan yang cukup tentang masyarakat, dan mempunyai kecakapan
membina kerjasama dengan orang lain.
c. Kematangan profesional
(kemampuan mendidik), yaitu menaruh perhatian dan sikap cinta terhadap anak didik serta mempunyai pengetahuan yang cukup tentang
latar belakang anak didik dan perkembangannya, memiliki kecakapan dalam
menggunkan cara-cara mendidik.
2
|
3.
ANAK DIDIK/PESERTA DIDIK
Anak didik adalah
setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang
menjalankan kegiatan pendidikan. Sedang
dalam arti sempit anak didik ialah anak (pribadi yang belum dewasa) yang
diserahkan kepada tanggung jawab pendidik. Salah satu pertanda bahwa seseorang
telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. . Dengan
demikian, pendidikan berusaha untuk membawa anak yang semula serba tidak
berdaya, yang hampir keseluruhan hidupnya menggantungkan diri pada orang lain,
ke tingkat dewasa, yaitu keadaan di
mana anak sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya, baik
secara individual, secara sosial maupun secara susila.
Cirri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialaha. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insane yang unik.
b. Individu yang sedang berkembang
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
4. ALAT PENDIDIKAN
Alat
Pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi
pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.
Ditinjau dari wujudnya, alat pendidikan dapat berupa:
Ditinjau dari wujudnya, alat pendidikan dapat berupa:
a. Perbuatan Mendidik (biasa disebut piranti lunak); mencakup nasihat, teladan, larangan, perintah, pujian, teguran, ancaman, dan hukuman.
b. Benda-benda
sebagai alat Bantu (biasa disebut piranti keras); mencakup meja kursi,
belajar, papan tulis, penghapus, kapur tulis, OHP, dan sebagainya.
3
|
5. LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Pada
dasarnya lingkungan mencakup:
b. Kebudayaan (Lingkungan Budaya); dengan warisan budaya tertentu
bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan.
c. Kelompok hidup bersama (Lingkungan sosial atau masyarakat)
keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan.
Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda, yang ia sebut dengan Tri Pusat Pendidikan.
a. Lingkungan Keluarga (Komunitas utama)
Pendidikan Keluarga berfungsi:
1. Sebagai pengalaman pertama masa
kanak-kanak.
4. Memberikan dasar pendidikan sosial.
5. Meletakkan dasar-dasar pendidikan
agama bagi anak-anak.
b. Lingkungan Sekolah
Tidak semua tugas mendidik dapat
dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan
dan berbagai macam ketrampilan.. Karena jika ditilik dari sejarah perkembangan
profesi guru, tugas mengajar sebenarnya adalah pelimpahan dari tugas orang tua
karena tidak mampu lagi memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap-sikap
tertentu sesuai dengan perkembangan zaman.
Fungsi Sekolah antara lain:
Fungsi Sekolah antara lain:
1. Sekolah membantu orang tua
mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang
baik.
4
|
3. Sekolah melatih anak-anak
memperoleh keahlian-keahlian seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar
serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
5. Memelihara warisan budaya yang
hidup dalam masyarakat dengan jalan menyampaikan warisan kebudayaan kepada
generasi muda, dalam hal ini tentunya anak didik.
c. Lingkungan Organisasi Pemuda
Peran organisasi pemuda yang terutama
adalah mengupayakan pengembangan sosialisasi kehidupan pemuda. Melalui
organisasi pemuda berkembanglah semacam kesadaran sosial , keahlian-keahlian di
dalam pergaulan dengan sesama kawan (kemampuan bersosial) dan sikap yang
tepat di dalam membina hubungan dengan sesama manusia (perilaku bersosial).
B. Hubungan Timbal Balik antar Faktor Pendidikan
Dalam pendidikan, terdapat faktor-faktor yang
saling mendukung diantaranya pendidik, peserta didik, tujuan, lingkungan dan
alat. Jika semua faktor-faktor dalam pendidikan saling melengkapi, maka
pendidikan akan lebih maksimal dalam pelaksanaanya
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Hubungan timbal balik antara faktor
pendidikan dapat disimpulkan:
- Semua faktor pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat erat dan saling bergantung satu sama lain.
-Pendidikan bergantung pada tujuannya, karena jika tidak ada tujuan maka kita tidak akan mengetahui apa yang sedang kita cari.
-Ikatan antara pendidik dan peserta didik adalah penentu dalam sebuah sistem pendidikan, jika salah satu tidak ada maka sistem tersebut tidak akan berjalan.
- Semua faktor pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat erat dan saling bergantung satu sama lain.
-Pendidikan bergantung pada tujuannya, karena jika tidak ada tujuan maka kita tidak akan mengetahui apa yang sedang kita cari.
-Ikatan antara pendidik dan peserta didik adalah penentu dalam sebuah sistem pendidikan, jika salah satu tidak ada maka sistem tersebut tidak akan berjalan.
-Alat pendidikan sebagai aksesoris
dalam pendidikan yang membuat peserta didik lebih nyaman dalam belajar.
5
|
DAFTAR PUSTAKA
http://ahmaftuhin.wordpress.com/2013/09/18/makalah-pengantar-ilmu-pendidikan/ , 2013
MAKALAH PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN
08:02 19/11/2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Dasar_Pendidikan DASAR PEDIDIKAN 7:37 31/10/2013
http://kris-smile.blogspot.com/2002/04/faktor-faktor-pendidikandoc.html#.UpJxTifWrIU FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN 07:10 25/11/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar