BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Beberapa penelitian menunjukan bahwa media
pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi
belajar siswa, karena media pembelajaran dapat membuat pembelajaran lebih
menarik bahkan dapat memvisualisasikan materi-materi yang abstrak sehingga
peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Dalam makalah ini akan dibahas peran dan fungsi
media penbelajaran. Materi ini sangat diperlukan untuk kita sebagai pendidik
dalam memilih dan menentukan media pembelajaran yang akan digunakan agar dapat
membantu kita mencapai tujuan pembelajaran ang diharapkan
1.2 TUJUAN
1.
Menjelaskan
peran media pembelajaran dalam dunia pendidikan
2.
Mendjelaskan fungsi media pendidikan dalam mencapaihasil belajar yang maksimal dan
bermutu.
BAB II
PEBAHASAN
A.PERAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM
DUNIA PENDIDIKAN
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi
antara pelajar (guru) daan pembelajar (siswa). Sebagai sebuah proses komunikasi
pembelajaran seringkali diperhadapkan pada berbagai hamabatan yang dikenal
dengan nama barier dan noise, hambataan_hambatan tersebut dapat dikelompokan
menjadi:
1.
Hambatan
Psikologis, seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi,
pengetahuan.
2.
Hamabtaan Fisik,
seperti sakit, kelelahan, keterbatasan daya inderaa, dan cacat tubuh.
3.
Hambatan Kultural,
seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma,sosial, kepercayaan dan
nilai-nilai panutan, dan
4.
Hambatan
Lingkungan Sekitar.
Banyaknya barier dan noise dalam
proses pembelajaran dapat dieleminasi dengan bantuan media. Menurut Mayer
(2009) seseorang akan belajar lebih baik dari media teks dan gambar ketimbang
media teks saja. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan media TV, PowerPoint
bersuara, dan video termasuk pembelajaran multimedia.
Pemanfaatan media pembelajaran
merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk menciptakan pengalaman yang dapat
membelajarkan peserta didik, sehingga pada akhirnya dihasilkan lulusan yang
berkualitas. Pemanfaatan media pembelajaran yang optimal perlu didasarkan pada
kebermaknaan dan nilai tambah yang dapat diberikan kepeda peserta didik melalui
suatu pengalaman elajar yang menggunakan media pembelajaran.
Dalam
kegiatan instruksional, peserta didik dihadapkan pada hal-hal yang bersifat
kompleks, abstrak dan meta empiries yang sulit dipahami. Materi seperti ini
sering tidak efektif diajarkan dengan menggunakan metode konvensional.
Menurut
Riyana (2006), melalui media suatu proses pembelajaran bisa lebih menarik dan
menyenangkan, misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka
diberikan media warna yang menarik. Dengan menggunakan media berteknologi
seperti komputer, multimadeia, internet, dan lain-lain sangat membantu peserta
didik dalam belajar dan memperkaya pengetahuan.
Program
permainan pada komputer banyak yang berisi tentang pembelajaran yang dikemas
sangat menyenangkan buat siswa, sehingga siswa seolah tidak merasa sedang
belajar.
B.FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM
DUNIA PENDIDIKAN
Secara
rinci fungsi media memungkinkan siswa menyaksikan objek yang ada tetapi sulit
untuk dilihat dengan kasat mata melalui perantaraan gambar, potret, slide, dan
sejenisnya, mengakibatkan siswa memperoleh gambaran yang nyata. Sebenarnya
media pembelajaran tidak sekedar menjadi alat bantu pembelajaran melainkan juga
merupakan suatu strategi dalam pembelajaran.sebagai strategi media pembelajaran
memiliki banyak fungsi sebagaimana diuraikan dibawah ini.
1.
Media Sebagai
Sumber Belajar
Belajar adalah proses aktif dan
konstruktif melalui suatu penglaman dalam memperoleh informasi. Dalam proses
aktif tersebut, media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar
bagi pembelajar . artinya melalui media peserta didik memperoleh pesan dan
informasi sehingga membentuk pengetahuan baru bagi siswa. Dalam batas tertentu
media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi pengetahuan bagi
peserta didik.
Secara teknis, media pembelajaran
sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna
keaktifan, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain lain. Fungsi
media pembelajaran sebagai sumber belajar adalah fungsi utamannya di samping
adanya fungsi-fungsi lain yang akan kita bahas di dalam makalah ini.
Sehingga untuk beberapa hal media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru
terutama sebagai sumber belajar. Misalnya ketika guru menyuruh siswanya untuk
membaca buku pelajaran. Hal ini, buku menggantikan guru sebagai sumber belajar
siswa. Dengan membaca buku, siswa memperoleh ilmu serta informasi yang tertulis
di sana.
Mudhoffir dalam bukunya yang
berjudul “Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Belajar” (1992:1-2) menyebutkan
bahwa sumber belajar pada hakekatnya merupakan komponen sistem instruksional
yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan yang dapat
mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami
sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan memudahkan
proses belajar mengajar.
Kemudahan tersebut tentunya akan
membuat proses transfer ilmu semakin cepat dan tepat. Misalnya ketika guru
kelas 1 SD mengajarkan penjumlahan dalam matematika. Bagi siswa yang baru
memulai mengenal penjumlahan tentu akan sulit untuk mengoperasikannya melalui
angka-angka. Mengingat kemampuan berpikir abstrak anak saat itu belum
berkembang, alangkah baiknya jika guru menggunakan benda seperti pulpen, lidi,
kelereng. Dengan demikian, siswa bisa melihat dan memahami secara visual proses
pengoperasian bilangan tersebut.
2.
Fungsi Semantik
Semantik berkaian dengan “meaning”
atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau simbol. Ketika anda belajar
bahasa asing, anda tentu mempelajari kata-kata atau istilah baru. Untuk itu
diperlukan media seperti kamus, glossary, atau narasumber. Melalui media tersebut anda dapat menambah perbendaharaan
kata atau istilah.
Fungsi semantik adalah kemampuan
media dalam menambah perbendaharaan kata yang makna atau maksudnya benar-benar
di pahami oleh anak didik. Bahasa meliputi lambang (simbol) dari isi yakni
pikiran atau perasaan yang keduannya telah menjadi totalitas pesan yang tidak
dapat di pisahkan. Unsur-unsur dasar dari bahasa itu adalah ”kata”. Jadi,
gambar harimau di pakai sebagai simbol keberanian. Kata akan bermakna bila
telah di rujukan kepada sejumlah objek tertentu.
Manusialah yang memberi makna
kepada kata pada konteks pendidikan dan pembelajaran. Gurulah yang menjadi
makna pada setiap kata yang di sampaikannya. Bila simbol-sombil kata variabel
tersebut hanya merujuk pada benda, maka masalah komunikasi akan menjadi masalah
yang sederhana. Sehingga guru tidak terlalu sulit untuk menjelaskan.
3.
Fungsi Manipulatif
Fungsi manipulatif adalah kemampuan
media dalam menampilkan kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara,
sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasaranya.
Berdasarkan
ciri-ciri umum ini, media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas ruang
dan waktu, dan mengatasi keterbatasan indrawi.
Pertama, keterbatasan ruang dan waktu.
- Kemampuan media menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan, misalnya peristiwa bencana alam, ikan paus melahirkan, dll.
- Kemampuan media menjadikan objek atau peristiwa yang menyita waktu panjang, misalnya fotosintesis, metamorfosis, proses ibadah haji, dll.
- Kemampuan media menghadirkan kembali objek ayau peristiwa yang telah terjadi, seperti Perang Dunia, Proklamasi, Peristiwa Nabi Nuh, dll. Biasnya dituangkan dalam film, dramatisasi, dongeng.
Kedua, Keterbatasan indrawi.
1. Membantu siswa dalam memahamii objek
yang terlalu kecil, seperti molekul, virus, dll. Dengan memanfaatkan gambar,
film, dll.
2. Membantu siswa dalam memahami objek
yang bergerak terlalu lambat/cepat. Seperti metamorphosis.
3. Membantu siswa dalam memahami objek
kejelasan suara, misalnya belajar menyanyi atau musik, yakni dengan pemanfaatan
kaset.
4. Membantu siswadalam memahami objek
yang terlalu kompleks, misalnya dengan memanfaatkan diagram, peta, grafik, dll.
4. Fungsi Fisikatif
Fungsi fisikatif adaalh fungsi yang
berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan, menampilkan
kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi. Artinya fungsi
fisikatif ini terkait dengan kemampuan merekam media pada suatu peristiwa atau
objek dan menyimpanya dalam waktu yang tak terbatas sehingga sewaktu-waktu
dapat diputar lagi ketika diperlukan.
5. Fungsi Distributif
Fungsi
distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu
materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah
besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat
meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
6. Fungsi Psikologis
1. Fungsi
Atensi
Media pembelajaran
dapatmeningkatka perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Setiap orang
memiliki sel saraf pengahambat, yakni sel khusus dalam sistem saraf yang
berfungsi membuang sejumlah sensai yang datang. Denngan adanya saraf
penghambat para siswa dapat memfocuskan perhatiannya pada rangsangan yang
dianggapnya menarik dan membuang rangsangan yang lainnya.Dengan adanya media
yang tepat guna, maka siswa akan tertarik dan pembelajaran pun menyenangkan.
2. Fungsi
Afektif
Yakni
menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap
sesuatu.
Perlu
diingat bahwa antara tingkah laku afektif dan tingkah laku kognitif delalu
berjalin erat. Pemisah antara keduanya hanyalah perbedaan tekanan.
Media
pembelajaran yang tepat guna dapat meningkatkan sambutan atau penerimaan siswa
terhadap stimulus tertentu. Sambutan atau stimulus itu berupa kemauan. Dengan
adanya media pembelajaran, terlihat pada diri siswa kesediaan untuk menerima
beban pelajaran, dan untuk itu perhatiannya akan tertuju kepada pelajaran yang
diikutinya. Apabila hal tersebut terus dilakukan secara terus menerus, tidak
menutup kemungkinan dalam jiwanya melakukan penilaian dan penghargaan terhadap
nilai-nilai atau norma-norma yang diperolehnya, dan pada tingkat tertentu
nilai-nilai atau norma-norma itu akan diterimanya dan diyakininya. Kemudian
terjadilah pengorganisasian nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, ide dan
sikap menjadi sistem batin yang konsisten disebut sebagai karakterisasi
(Krathwokl, et.al sebagai dikutip Jahja Qahar, 1982: 11-12).
Contohnya
televisi, video dan audio sebagai fungsi afektif media pembelajaran.
3. Fungsi
Kognitif
Siswa
yangbelajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan
bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapinya, baik
objek itu berupa benda, orang atau kejadian. Objek-objek itu direpresentasikan
atau dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang,
yang dalam psikologi semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental (WS.
Winkel, 1989:42). Misalnya, seorang siswa yang belajar melalui peristiwa, atau
melihat bendanya langsung. Maka siswa tersebut akan menceritakan kembali apa
yang telah dialaminya kepada temannya dalam bentuk berupa gagasan-gagasan dan
tanggapan-tanggapan yang keduanya bersifat mental.
Jelaslah
kiranya media pembelajaran telah ikut andil dalam mengembangkan gagasan yang
dimilikinya, atau semakin kaya dan luas alam pikiran kognitifnya. Pembahsan
tentang aktivitas kognitif ini , meliputi persepsi, megingat, berpikir.
4. Fungsi
Imajinatif
Media
pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa. Imajinasi
menurut Kamus Lengkap Psikologi (C.P. Chaplin, 1993: 239) adalah proses
menciptakan objek atau peristiea tanpa pemanfaatan data teoritis.
Pengarang
cerita anak-anak, Dwianto Setyawan sebagaimana dikutip Tri Agung Kristanto
(Shinta Rahmawati, 2001:15) menandaskan, orang dewasa seharusnya jangan
mematikan imajinasi dan fantasi anak. Kalau anak-anak berfantasi tentang robot,
pesawat angkasa luar atau cerita lainnya hendaknya jangan dilarang, lalu
dipaksa untuk menyesuaikan dengan imajinasi dan fantasi yang dimiliki orang
dewasa. Imajinasi dan fantasi yang dimiliki anak berbeda dengan orang dewasa.
Seniman
Leornardo da Vinci, demikian menurut Agung Kristanto (Shinta Rahmawati,
2001:16) adalah contoh orang yang memiliki imajinasi dan fantasi yang sangat
tinggi. Jauh sebelum helikopter dan pesawat terbang ada, Leonardo da Vinci
sudah menuangkannya dalam bentuk gambar.
5. Fungsi
Motivasi
Motivasii
merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan belajar
sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha
dari pihak luar dalam hal ini seorang guru untuk mendorong, mengaktifkan dan
menggerakan siswanya secara sadar untuk telibat secara aktif dalam proses
pembelajaran.
Guru dapat
memotivasi siswa dengan cara membangkitkan minat belajarnya dan dengan cara
memberikan dan menimbulkan harapan. Donald O. Hebb (Aminuddin Rasyad, 2003:93)
menyebut cara pertama adalah arousal dan kedua expectancy. Arousal
adalah suatu usaha guru untuk membangkitkan intrinsic motive siswanya,
sedangkan expectancy adalah suatu keyakinan yang secara seketika timbul untuk
terpenuhinya suatu harapan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu
kegiatan. Harapan akan tercapainya suatu hasrat atau tujuan dapat menjadi
motivasi yang ditimbulkan guru ke dalam diri siswa. Salah satu pemberian
harapan itu yakni dengan cara memudahkan siswa-bahkan yang dianggap lemah
sekalipun dalam menerima dan memahami isi pelajaran yakni melalui pemanfaatan
media pembelajaran.Jadi dengan adanya media pembelajaran tersebut, siswa akan
terdorong keinginannya untuk menerima dan memahami pelajaran yang akan
disampaikan.
Cara
Komunikasi
|
Daya Ingat
(%)
|
|
3 jam
|
3 hari
|
|
Verbal
|
70
|
10
|
Visual
|
72
|
20
|
Verba+Visual
|
82
|
65
|
7. Fungsi Sosio-Kultural
Fungsi media
dilihat dari sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antar
peserta dalam komunikasi pembelajaran. Bukan hal mudah untuk memahami para
siswa yang memiliki jumlah yang cukup banyak. Mereka masing-masing memiliki
karakteristik yang berbeda apalagi bila dihubungkan denga adat, keyakinan,
lingkungan dan pengalamn dan lainnya.
Sedangkan di
pihak lain, kurikulum dan materi ajar ditentukan dan diberlakukan secara sama
untuk setiap siswa. Tentunya guru akan mengalami kesulitan menghadapi hal itu,
terlebih ia harus mengatasinya sendirian. Masalah ini dapat diatasi dengan
adanya media pembelajaran, karena media pembelajaran memiliki kemampuan dalam
memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalamman dan menimbulkan
peserpsi yang sama.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Penggunaan
media dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai alat bantu akan tetapi
juga merupakan strategi pembelajaran. Dari pembhasan makalah ini dapat
disimpuklan bahwa media memiliki beberapa fungsi dalam pembelajaran, yaiu:
·
Sebagai
sumber belajar, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung pesan/pengetahuan
dari pemberi pembelajaran kepada pembelajar.
·
Semantik
berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau
symbol.
·
Fungsi
manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu
benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan
sasarannya.
·
Fungsi
fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk
menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
·
Fungsi
distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu
materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah
besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat
meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
·
Fungsi psikologis, yakni fungsi yang berkaitan
dengan aspek psikologis yang mencakup fungsi atensi (menarik perhatian) fungsi
afektif (menggugah perasaan/emosi), fungsi kognitif (mengembangkan
pengetahuan), fungsi imajinatif dan motivasi (mendorong peserta didik
meningkatkan minat belajar).
·
Fungsi
sosio-kultural, yakni media pembelajaran dapat memberikan ransangan persepsi
yang sama kepada peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar