Kamis, 02 Oktober 2014

Peran dan Fungsi Media Pembelajaran

                                      PERAN DAN FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG

Beberapa penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, karena media pembelajaran dapat membuat pembelajaran lebih menarik bahkan dapat memvisualisasikan materi-materi yang abstrak sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Dalam makalah ini akan dibahas peran dan fungsi media penbelajaran. Materi ini sangat diperlukan untuk kita sebagai pendidik dalam memilih dan menentukan media pembelajaran yang akan digunakan agar dapat membantu kita mencapai tujuan pembelajaran ang diharapkan

1.2  TUJUAN

1.      Menjelaskan peran media pembelajaran dalam dunia pendidikan
2.      Mendjelaskan  fungsi media pendidikan dalam  mencapaihasil belajar yang maksimal dan bermutu.



BAB II
PEBAHASAN

A.PERAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

            Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi antara pelajar (guru) daan pembelajar (siswa). Sebagai sebuah proses komunikasi pembelajaran seringkali diperhadapkan pada berbagai hamabatan yang dikenal dengan nama barier dan noise, hambataan_hambatan tersebut dapat dikelompokan menjadi:
1.      Hambatan Psikologis, seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan.
2.      Hamabtaan Fisik, seperti sakit, kelelahan, keterbatasan daya inderaa, dan cacat tubuh.
3.      Hambatan Kultural, seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma,sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan, dan
4.      Hambatan Lingkungan Sekitar.

Banyaknya barier dan noise dalam proses pembelajaran dapat dieleminasi dengan bantuan media. Menurut Mayer (2009) seseorang akan belajar lebih baik dari media teks dan gambar ketimbang media teks saja. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan media TV, PowerPoint bersuara, dan video termasuk pembelajaran multimedia.
Pemanfaatan media pembelajaran merupakan upaya kreatif dan sistematis untuk menciptakan pengalaman yang dapat membelajarkan peserta didik, sehingga pada akhirnya dihasilkan lulusan yang berkualitas. Pemanfaatan media pembelajaran yang optimal perlu didasarkan pada kebermaknaan dan nilai tambah yang dapat diberikan kepeda peserta didik melalui suatu pengalaman elajar yang menggunakan media pembelajaran.
            Dalam kegiatan instruksional, peserta didik dihadapkan pada hal-hal yang bersifat kompleks, abstrak dan meta empiries yang sulit dipahami. Materi seperti ini sering tidak efektif diajarkan dengan menggunakan metode konvensional.
            Menurut Riyana (2006), melalui media suatu proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan, misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka diberikan media warna yang menarik. Dengan menggunakan media berteknologi seperti komputer, multimadeia, internet, dan lain-lain sangat membantu peserta didik dalam belajar dan memperkaya pengetahuan.
            Program permainan pada komputer banyak yang berisi tentang pembelajaran yang dikemas sangat menyenangkan buat siswa, sehingga siswa seolah tidak merasa sedang belajar.

B.FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

            Secara rinci fungsi media memungkinkan siswa menyaksikan objek yang ada tetapi sulit untuk dilihat dengan kasat mata melalui perantaraan gambar, potret, slide, dan sejenisnya, mengakibatkan siswa memperoleh gambaran yang nyata. Sebenarnya media pembelajaran tidak sekedar menjadi alat bantu pembelajaran melainkan juga merupakan suatu strategi dalam pembelajaran.sebagai strategi media pembelajaran memiliki banyak fungsi sebagaimana diuraikan dibawah ini.

1.      Media Sebagai Sumber Belajar

Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu penglaman dalam memperoleh informasi. Dalam proses aktif tersebut, media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi pembelajar . artinya melalui media peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru bagi siswa. Dalam batas tertentu media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi pengetahuan bagi peserta didik.
Secara teknis, media pembelajaran sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna keaktifan, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain lain. Fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar adalah fungsi utamannya di samping adanya fungsi-fungsi lain  yang akan kita bahas di dalam makalah ini. Sehingga untuk beberapa hal media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru terutama sebagai sumber belajar. Misalnya ketika guru menyuruh siswanya untuk membaca buku pelajaran. Hal ini, buku menggantikan guru sebagai sumber belajar siswa. Dengan membaca buku, siswa memperoleh ilmu serta informasi yang tertulis di sana.
Mudhoffir dalam bukunya yang berjudul “Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Belajar” (1992:1-2) menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakekatnya merupakan komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan memudahkan proses belajar mengajar.
Kemudahan tersebut tentunya akan membuat proses transfer ilmu semakin cepat dan tepat. Misalnya ketika guru kelas 1 SD mengajarkan penjumlahan dalam matematika. Bagi siswa yang baru memulai mengenal penjumlahan tentu akan sulit untuk mengoperasikannya melalui angka-angka. Mengingat kemampuan berpikir abstrak anak saat itu belum berkembang, alangkah baiknya jika guru menggunakan benda seperti pulpen, lidi, kelereng. Dengan demikian, siswa bisa melihat dan memahami secara visual proses pengoperasian bilangan tersebut.


2.      Fungsi Semantik

Semantik berkaian dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau simbol. Ketika anda belajar bahasa asing, anda tentu mempelajari kata-kata atau istilah baru. Untuk itu diperlukan media seperti kamus, glossary, atau narasumber. Melalui media  tersebut anda dapat menambah perbendaharaan kata atau istilah.
Fungsi semantik adalah kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata yang makna atau maksudnya benar-benar di pahami oleh anak didik. Bahasa meliputi lambang (simbol) dari isi yakni pikiran atau perasaan yang keduannya telah menjadi totalitas pesan yang tidak dapat di pisahkan. Unsur-unsur dasar dari bahasa itu adalah ”kata”. Jadi, gambar harimau di pakai sebagai simbol keberanian. Kata akan bermakna bila telah di rujukan kepada sejumlah objek tertentu.
Manusialah yang memberi makna kepada kata pada konteks pendidikan dan pembelajaran. Gurulah yang menjadi makna pada setiap kata yang di sampaikannya. Bila simbol-sombil kata variabel tersebut hanya merujuk pada benda, maka masalah komunikasi akan menjadi masalah yang sederhana. Sehingga guru tidak terlalu sulit untuk menjelaskan.

3.      Fungsi Manipulatif

Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasaranya.
Berdasarkan ciri-ciri umum ini, media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas ruang dan waktu, dan mengatasi keterbatasan indrawi.
Pertama, keterbatasan ruang dan waktu.
  1. Kemampuan media menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan, misalnya peristiwa bencana alam, ikan paus melahirkan, dll.
  2. Kemampuan media menjadikan objek atau peristiwa yang menyita waktu panjang, misalnya fotosintesis, metamorfosis, proses ibadah haji, dll.
  3. Kemampuan media menghadirkan kembali objek ayau peristiwa yang telah terjadi, seperti Perang Dunia, Proklamasi, Peristiwa Nabi Nuh, dll. Biasnya dituangkan dalam film, dramatisasi, dongeng.
Kedua, Keterbatasan indrawi.
1.      Membantu siswa dalam memahamii objek yang terlalu kecil, seperti molekul, virus, dll. Dengan memanfaatkan gambar, film, dll.
2.      Membantu siswa dalam memahami objek yang bergerak terlalu lambat/cepat. Seperti metamorphosis.
3.      Membantu siswa dalam memahami objek kejelasan suara, misalnya belajar menyanyi atau musik, yakni dengan pemanfaatan kaset.
4.      Membantu siswadalam memahami objek yang terlalu kompleks, misalnya dengan memanfaatkan diagram, peta, grafik, dll.

4. Fungsi Fisikatif
            Fungsi fisikatif adaalh fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan, menampilkan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi. Artinya fungsi fisikatif ini terkait dengan kemampuan merekam media pada suatu peristiwa atau objek dan menyimpanya dalam waktu yang tak terbatas sehingga sewaktu-waktu dapat diputar lagi ketika diperlukan.

5.      Fungsi Distributif

      Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.

6.      Fungsi Psikologis
1. Fungsi Atensi
Media pembelajaran dapatmeningkatka perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Setiap orang memiliki sel saraf pengahambat, yakni sel khusus dalam sistem saraf yang berfungsi membuang sejumlah sensai yang datang. Denngan adanya saraf penghambat  para siswa dapat memfocuskan perhatiannya pada rangsangan yang dianggapnya menarik dan membuang rangsangan yang lainnya.Dengan adanya media yang tepat guna, maka siswa akan tertarik dan pembelajaran pun menyenangkan.
2. Fungsi Afektif
Yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu.
Perlu diingat bahwa antara tingkah laku afektif dan tingkah laku kognitif delalu berjalin erat. Pemisah antara keduanya hanyalah perbedaan tekanan.
Media pembelajaran yang tepat guna dapat meningkatkan sambutan atau penerimaan siswa terhadap stimulus tertentu. Sambutan atau stimulus itu berupa kemauan. Dengan adanya media pembelajaran, terlihat pada diri siswa kesediaan untuk menerima beban pelajaran, dan untuk itu perhatiannya akan tertuju kepada pelajaran yang diikutinya. Apabila hal tersebut terus dilakukan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan dalam jiwanya melakukan penilaian dan penghargaan terhadap nilai-nilai atau norma-norma yang diperolehnya, dan pada tingkat tertentu nilai-nilai atau norma-norma itu akan diterimanya dan diyakininya. Kemudian terjadilah pengorganisasian nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, ide dan sikap menjadi sistem batin yang konsisten disebut sebagai karakterisasi (Krathwokl, et.al sebagai dikutip Jahja Qahar, 1982: 11-12).
Contohnya televisi, video dan audio sebagai fungsi afektif media pembelajaran.
3. Fungsi Kognitif
Siswa yangbelajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapinya, baik objek itu berupa benda, orang atau kejadian. Objek-objek itu direpresentasikan atau dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang dalam psikologi semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental (WS. Winkel, 1989:42). Misalnya, seorang siswa yang belajar melalui peristiwa, atau melihat bendanya langsung. Maka siswa tersebut akan menceritakan kembali apa yang telah dialaminya kepada temannya dalam bentuk berupa gagasan-gagasan dan tanggapan-tanggapan yang keduanya bersifat mental.
Jelaslah kiranya media pembelajaran telah ikut andil dalam mengembangkan gagasan yang dimilikinya, atau semakin kaya dan luas alam pikiran kognitifnya. Pembahsan tentang aktivitas kognitif ini , meliputi persepsi, megingat, berpikir.
4. Fungsi Imajinatif
Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa. Imajinasi menurut Kamus Lengkap Psikologi (C.P. Chaplin, 1993: 239) adalah proses menciptakan objek atau peristiea tanpa pemanfaatan data teoritis.
Pengarang cerita anak-anak, Dwianto Setyawan sebagaimana dikutip Tri Agung Kristanto (Shinta Rahmawati, 2001:15) menandaskan, orang dewasa seharusnya jangan mematikan imajinasi dan fantasi anak. Kalau anak-anak berfantasi tentang robot, pesawat angkasa luar atau cerita lainnya hendaknya jangan dilarang, lalu dipaksa untuk menyesuaikan dengan imajinasi dan fantasi yang dimiliki orang dewasa. Imajinasi dan fantasi yang dimiliki anak berbeda dengan orang dewasa.
Seniman Leornardo da Vinci, demikian menurut Agung Kristanto (Shinta Rahmawati, 2001:16) adalah contoh orang yang memiliki imajinasi dan fantasi yang sangat tinggi. Jauh sebelum helikopter dan pesawat terbang ada, Leonardo da Vinci sudah menuangkannya dalam bentuk gambar.
5. Fungsi Motivasi
Motivasii merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan  belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha dari pihak luar dalam hal ini seorang guru untuk mendorong, mengaktifkan dan menggerakan siswanya secara sadar untuk telibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Guru dapat memotivasi siswa dengan cara membangkitkan minat belajarnya dan dengan cara memberikan dan menimbulkan harapan. Donald O. Hebb (Aminuddin Rasyad, 2003:93) menyebut cara pertama adalah arousal dan kedua expectancy. Arousal adalah suatu usaha guru untuk membangkitkan intrinsic motive siswanya, sedangkan expectancy adalah suatu keyakinan yang secara seketika timbul untuk terpenuhinya suatu harapan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Harapan akan tercapainya suatu hasrat atau tujuan dapat menjadi motivasi yang ditimbulkan guru ke dalam diri siswa. Salah satu pemberian harapan itu yakni dengan cara memudahkan siswa-bahkan yang dianggap lemah sekalipun dalam menerima dan memahami isi pelajaran yakni melalui pemanfaatan media pembelajaran.Jadi dengan adanya media pembelajaran tersebut, siswa akan terdorong keinginannya untuk menerima dan memahami pelajaran yang akan disampaikan.
Cara
Komunikasi
Daya Ingat (%)
3 jam
3 hari
Verbal
70
10
Visual
72
20
Verba+Visual
82
65

7.      Fungsi Sosio-Kultural
Fungsi media dilihat dari sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antar peserta dalam komunikasi pembelajaran. Bukan hal mudah untuk memahami para siswa yang memiliki jumlah yang cukup banyak. Mereka masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda apalagi bila dihubungkan denga adat, keyakinan, lingkungan dan pengalamn dan lainnya.
Sedangkan di pihak lain, kurikulum dan materi ajar ditentukan dan diberlakukan secara sama untuk setiap siswa. Tentunya guru akan mengalami kesulitan menghadapi hal itu, terlebih ia harus mengatasinya sendirian. Masalah ini dapat diatasi dengan adanya media pembelajaran, karena media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalamman dan menimbulkan peserpsi yang sama.










BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Penggunaan media dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai alat bantu akan tetapi juga merupakan strategi pembelajaran. Dari pembhasan makalah ini dapat disimpuklan bahwa media memiliki beberapa fungsi dalam pembelajaran, yaiu:

·         Sebagai sumber belajar, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung pesan/pengetahuan dari pemberi pembelajaran kepada pembelajar.
·         Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau symbol.
·         Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasarannya.
·         Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
·         Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
·          Fungsi psikologis, yakni fungsi yang berkaitan dengan aspek psikologis yang mencakup fungsi atensi (menarik perhatian) fungsi afektif (menggugah perasaan/emosi), fungsi kognitif (mengembangkan pengetahuan), fungsi imajinatif dan motivasi (mendorong peserta didik meningkatkan minat belajar).
·         Fungsi sosio-kultural, yakni media pembelajaran dapat memberikan ransangan persepsi yang sama kepada peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar